BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Herpes
zoster telah dikenal sejak zaman Yunani kuno. Herpes zoster disebabkan
oleh virus yang sama dengan varisela, yaitu virus varisela zoster.1,2
Herpes zoster ditandai dengan adanya nyeri hebat unilateral serta
timbulnya lesi vesikuler yang terbatas pada dermatom yang dipersarafi
serabut saraf spinal maupun ganglion serabut saraf sensorik dan nervus
kranialis.3,4
Insiden herpes
zoster tersebar merata di seluruh dunia, tidak ada perbedaan angka
kesakitan antara pria dan wanita. Angka kesakitan meningkat dengan
peningkatan usia. Diperkirakan terdapat antara 1,3-5 per 1000 orang per
tahun. Lebih dari 2/3 kasus berusia di atas 50 tahun dan kurang dari
10% kasus berusia di bawah 20 tahun.
Patogenesis
herpes zoster belum seluruhnya diketahui. Selama terjadi varisela,
virus varisela zoster berpindah tempat dari lesi kulit dan permukaan
mukosa ke ujung saraf sensorik dan ditransportasikan secara sentripetal
melalui serabut saraf sensoris ke ganglion sensoris. Pada ganglion
terjadi infeksi laten, virus tersebut tidak lagi menular dan tidak
bermultiplikasi, tetapi tetap mempunyai kemampuan untuk berubah menjadi
infeksius. Herpes zoster pada umumnya terjadi pada dermatom sesuai
dengan lokasi ruam varisela yang terpadat. Aktivasi virus varisela
zoster laten diduga karena keadaan tertentu yang berhubungan dengan
imunosupresi, dan imunitas selular merupakan faktor penting untuk
pertahanan pejamu terhadap infeksi endogen.
Komplikasi
herpes zoster dapat terjadi pada 10-15% kasus, komplikasi yang
terbanyak adalah neuralgia paska herpetik yaitu berupa rasa nyeri yang
persisten setelah krusta terlepas. Komplikasi jarang terjadi pada usia
di bawah 40 tahun, tetapi hampir 1/3 kasus terjadi pada usia di atas 60
tahun. Penyebaran dari ganglion yang terkena secara langsung atau lewat
aliran darah sehingga terjadi herpes zoster generalisata. Hal ini dapat
terjadi oleh karena defek imunologi karena keganasan atau pengobatan
imunosupresi.
Secara umum
pengobatan herpes zoster mempunyai 3 tujuan utama yaitu: mengatasi
inveksi virus akut, mengatasi nyeri akut ynag ditimbulkan oleh virus
herpes zoster dan mencegah timbulnya neuralgia paska herpetik.
1.2 Rumusan masalah
Pengertian
Epidemiologi
Etiologi
Patofisiologi
Manifestasi Klinis
Tanda dan gejala
Pemeriksaan penunjang
Komplikasi
Penatalaksanaan medis
1.3 Tujuan
1.
Untuk memahami definisi, epidemiologi, etiologi, patogenesis, gambaran
klinis, diagnosis, penatalaksanaan dan Asuhan keperawatan pada Herpes
Zoster
2. Meningkatkan kemampuan dalam penulisan asuhan keperawatan
3. Memenuhi salah satu tugas perkuliahan Sistem Integumen II di STIK Bina Husada Palembang
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi
Herpes
zoster adalah radang kulit akut yang bersifat khas seperti gerombolan
vesikel unilateral, sesuai dengan dermatomanya (persyarafannya).
Herpes
Zoster adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus varisela yg
menyerang kulit dan mukosa, infeksi, ini merupakan keaktifan virus yang
terjadi setelah infeksi primer (ilmu penyakit kulit dan kelamin)
Herpes
zoster adalah sutau infeksi yang dialami oleh seseorang yang tidak
mempunyai kekebalan terhadap varicella (misalnya seseorang yang
sebelumnya tidak terinfeksi oleh varicella dalam bentuk cacar air).
2.2 Epidemiolgi
Herpes
zoster dapat muncul disepanjang tahun karena tidak dipengaruhi oleh
musim dan tersebar merata di seluruh dunia, tidak ada perbedaan angka
kesakitan antara laki-laki dan perempuan, angka kesakitan meningkat
dengan peningkatan usia. Di negara maju seperti Amerika, penyakit ini
dilaporkan sekitar 6% setahun, di Inggris 0,34% setahun sedangkan di
Indonesia lebih kurang 1% setahun.
Herpes
zoster terjadi pada orang yang pernah menderita varisela sebelumnya
karena varisela dan herpes zoster disebabkan oleh virus yang sama yaitu
virus varisela zoster. Setelah sembuh dari varisela, virus yang ada di
ganglion sensoris tetap hidup dalam keadaan tidak aktif dan aktif
kembali jika daya tahan tubuh menurun. Lebih dari 2/3 usia di atas 50
tahun dan kurang dari 10% usia di bawah 20 tahun. Kurnia Djaya pernah
melaporkan kasus hepes zoster pada bayi usia 11 bulan.
2.3 Etiologi
Penyebab
dari Herpes Zoster ini secara umum adalah Virus Varicella zoster.
Varicella zoster adalah agens virus penyebab dari cacar air dan herpes
zoster. Setelah sembuh dari cacar air, virus Varicella tetap ada dalam
tubuh dalam tahap laten seumur hidup. Sebagai virus laten, Varicella
tidak akan menunjukkan gejala apapun, tetapi potensial untuk aktif
kembali. Pada tahap reaktivitas, Varicella muncul sebagai Herpes zoster
yang sering disebut sebagai shingles. Virus varicella zoster terdiri
dari kapsid berbentuk ikosahedral dengan diameter 100 nm. Kapsid
tersusun atas 162 sub unit protein-virion yang lengkap dengan
diameternya 150-200 nm, dan hanya virion yang terselubung yang bersifat
infeksius. Infeksiositas virus ini dengan cepat dihancurkan oleh bahan
organik, deterjen, enzim proteolitik, panas dan suasana Ph yang tinggi.
Masa inkubasinya 14-21 hari.
Faktor resiko herpes zoster:
1.
Usia lebih dari 50 tahun, infeksi ini sering terjadi pada usia ini
akibat daya tahan tubuhnya melemah. Makin tua usia penderita herpes
zoster makin tinggi pula resiko terserang nyeri.
2.
Orang yang mengalami penurunan kekebalan (immunocompromised) seperti
HIV dan leukemia. Adanya lesi pada ODHA merupakan manifestasi pertama
dari immunocompromised.
3. Orang dengan terapi radiasi dan kemoterapi.
4. Orang dengan terapi organ mayor seperti transplantasi sumsum tulang
Faktor pencetus kambuhnya herpes zoster:
Trauma/ luka
Kelelahan
Demam
Alkohol
Gangguan pencernaan
Obat-obatan
Sinar ultraviolet
Haid
Stress
2.4 Patofisiologi
Virus
yang menyebabkan herpes zoster ini adalah golongan varicella yang
mula-mula adalah penyebab dari cacar air atau varicella yang sudah
tidak aktif atau dorman dan kemudian diaktifkan lagi oleh tubuh.
Herpes
zoster disebabkan oleh virus herpes yang sama dengan virus penyebab
varisella. Herpes zoster atau shingles, biasanya menyerang pasien yang
berusia lanjut.
Virus varicella
yang dorman atau tidak aktif, akan diaktifkan lagi dan timbul
vesikel-vesikel meradang unilateral di sepanjang satu dermatom. Kulit
di sekitarnya mengalami edema dan perdarahan. Keadaan ini biasanya
didahului atau disertai dengan rasa nyeri hebat dan / atau disertai
dengan rasa terbakar.
Meskipun
setiap syaraf dapat terkena, tetapi syaraf torakal, lumbal atau kranial
agaknya paling sering terserang. Herpes zoster dapat berlangsung selama
kurang lebih tiga minggu. Rasa nyeri yang timbul sesudah serangan
herpes disebut neuralgie posterpetika dan biasanya berlangsung beberapa
bulan, bahkan kadang-kadang sampai beberapa tahun. Neuralgie
posterpetika lebih sering dialami pasien yang lanjut usia. Jika herpes
zoster menyerang ke seluruh tubuh, paru-paru dan otak maka mungkin akan
terjadi suatu kefatalan. Penyebaran ini biasanya tampak pada pasien
menderita limfoma atau leukemia. Dengan demikian setiap pasien yang
menderita herpes zoster yang tersebar harus dievaluasi kemungkinan
adanya factor keganasan.
2.5 Tanda dan gejala
a. Gejala prodormal
1. Keluhan biasanya diawali dengan gejala prodormal yang berlangsung selama 1-4 hari
2.
Gejala yang mempengaruhi tubuh: demam, sakit kepala, fatige, malaise,
nusea, rash, kemerahan, sensitive, sore skin (rasa terbakar atau
tertusuk), gatal dan kesemutan.
3. Nyeri bersifat segmental dan dapat berlangsung terus-menerus atau hilang timbul. Nyeri juga bisa terjadi selama erupsi.
4.
Gejala yang mempengaruhi mata: berupa kemerahan, sensitive terhadap
cahaya, pembengkakan kelopak mata, kekeringan mata, pandangan kabur,
penurunan sensasi penglihatan dan lain-lain.
b. Timbul erupsi kulit
1. Kadang terjadi limfadenopti regional
2.
Erupsi kulit hampir selalu unilateral dan biasanya terbatas pada daerah
yang dipersarafi oleh satu ganglion sensorik. Erupsi dapat terjadi
diseluruh bagian tubuh, yang tersering di daerah ganglion torakalis.
3.
Lesi dimulai dengan macula eritroskuamosa, kemudian terbentuk
papul-papul dan dalam waktu 12-24 jam lesi berkembang menjadi vesikel.
Pada hari ketiga berubah menjadi pastul yang akan mengering menjadi
krusta dalam 7-10 hari. Krusta dapat bertahan sampai 2-3 minggu
kemudian mengelupas. Pada saat ini nyeri segmental juga menghilang.
4. Lesi baru dapat terus muncul sampai hari ke-4 dan kadang-kadang sampai hari ke-7
5. Erupsi kulit yang berat dapat meninggalkan macula hiperpigmentasi dan jaringan parut (pitted scar).
6. Pada lansia biasanya mengalami lesi yang lebih parah dan mereka lebih sensitive terhadap nyeri yang dialami.
2.6 Pemeriksaan penunjang
• Tzanck Smear: mengidentifikasi virus herpes tetapi tidak dapat membedakan herpes zoster dan herpes simplex.
• Kultur dari cairan vesikel dan tes antibody: digunakan untuk membedakan diagnostic herpes virus.
• Immunoflourorescent: mengidentifikasi varicella di sel kulit.
• Pemeriksaan histopatologik
• Pemeriksaan mikroskop electron
• Kultur virus
Cairan
dari lepuh yang baru pecah dapat diambil dan dimasukkan ke dalam media
virus untuk segera dianalisa di laboratorium virologi. Apabila waktu
pengiriman cukup lama, sampel dapat diletakkan pada es cair.
Pertumbuhan virus varicella-zoster akan memakan waktu 3-14 hari dan uji
ini memiliki tingkat sensitivitas 30-70% dengan spesifitas mencapai
100%.
• Identifikasi antigen/ asam nukleat VVZ
• Deteksi antibody terhadap infeksi anti virus
•
Deteksi antigen, Uji antibodi fluoresens langsung lebih sensitif bila
dibandingkan dengan teknik kultur sel. Sel dari ruam atau lesi diambil
dengan menggunakan scapel (semacam pisau) atau jarum kemudian dioleskan
pada kaca dan diwarnai dengan antibodi monoklonal yang terkonjugasi
dengan pewarna fluoresens. Uji ini akan mendeteksi glikoproten virus.
• Uji serologi, Uji serologi yang sering digunakan untuk mendeteksi herpes zoster adalah ELISA.
• PCR, PCR digunakan untuk mendeteksi DNA virus varicella-zoster di dalam cairan tubuh, contohnya cairan serebrospinal
2.7 Komplikasi
1.
Neuralgia Pasca Herpes zoster (NPH) merupakan nyeri yang tajam dan
spasmodie (singkat dan tidak terus-menerus) sepanjang nervus yang
terlihat. Nyeri menetap di dermatom yang terkena setelah erupsi.
2.
Herpes zoster menghilang batasan waktunya adalah nyeri yang masih
timbul satu bulan setelah timbulnya erupasi kulit. Kebanyakan nyeri
akan berkurang dan menghilang spontan setelah 1-6 bulan.
3.
Gangren superfisialis, menunjukkan herpes zoster yang berat,
mengakibatkan hambatan penyembuhan dan pembentukan jaringan parut.
4.
Komplikasi mata, antara lain: keratitis akut, skleritis, uveitis,
glaucoma sekunder, ptosis, korioretinitis, neuritis optika dan paresis
otot penggerak bola mata.
5. Herpes zoster diseminata/ generalisata
6.
Komplkasi sistemik, antara lain: endokarditis, meningosefalitis,
paralysis saraf motorik, progressive multi focal leukoenche phatopathy
dan angitis serebral granulomatosa disertai hemiplegi (2 terakhir ini
merupakan komplikasi herpes zoster optalmik).
2.8 Penatalaksanaan medis
a. Pengobatan
i. Pengobatan topical
Pada stadium vesicular diberi bedak salicyl 2% atau bedak kocok kalamin untuk mencegah vesikel pecah
Bila vesikel pecah dan basah, diberikan kompres terbuka dengan larutan
antiseptic atau kompres dingin dengan larutan burrow 3x sehari selama
20 menit
Apabila lesi
berkrusta dan agak basah dapat diberikan salep antibiotic
(basitrasin/polysporin) untuk mencegah infeksi sekunder selama 3x sehari
ii. Pengobatan sistemik
Drug
of choise-nya adalah acyclovir yang dapat mengintervensi sintesis virus
dan replikasinya. Meski tidak menyembuhkan infeksi herpes namun dapat
menurunkan keparahan penyakit dan nyeri. Dapat diberikan secara oral,
topical, atau parenteral. Pemberian lebih efektif pada hari pertama dan
kedua pasca kemunculan vesikel. Namun hanya memiliki efek yang kecil
terhadap postherpetic neuralgia.
Antiviral lain yang dianjurkan adalah vidarabine (Ara-A Vira-A) dapat diberika lewat infuse intravena atau salep mata.
Kortikosteroid
dapat digunakan untuk menurunkan respon inflamasi dan efektif namun
penggunaannya masih kontroversi karena dapat menurunkan dan menekan
respon immune.
Analgesik non narkotik dan narkotik diresepkan untuk manajemen nyeri dan antihistamin diberikan untuk menyembuhkan pruritus.
b. Penderita dengan keluhan mata
Keterlibatan
seluruh mata atau ujung hidung yang menunjukkan hubungan dengan cabang
nasosiliaris nervus optalmikus harus ditangani dengan konsultasi
opthalmologis. Dapat diobati dengan salep mata steroid topical dan
mydriatik anti virus dapat diberikan.
c. Neuralgia pasca herpes zoster
o
Bila nyeri masih terasa meskipun sudah diberikan acyclovir pada fase
akut maka dapat diberikan anti depresan trisiklik (misalnya:
amitriptilin 10-75mg/ hari)
o Tindak lanjut ketat bagi penanganan nyeri dan dukungan emosional merupakan bagian terpenting perawatan
o Intervensi bedah atau rujukan ke klinik nyeri diperlukan pada neuralgi berat yang tidak teratasi
2.9 Pencegahan
Untuk
mencegah herper zoster, salah satu cara yang dapat ditempuh adalah
pemberian vaksinasi. Vaksin berfungsi untuk meningkatkan respon
spesifik limfosit sitotoksik terhadap virus tersebut pada pasien
seropositif usia lanjut. Vaksin herpes zoster dapat berupa virus herpes
zoster yang telah dilemahkan atau komponen selular virus tersebut yang
berperan sebagai antigen. Penggunaan virus yang telah dilemahkan telah
terbukti dapat mencegah atau mengurangi risiko terkena penyakit
tersebut pada pasien yang rentan, yaitu orang lanjut usia dan penderita
imunokompeten, serta imunosupresi
2.10 Patoflow
BAB III
KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN
3.1 Pengkajian keperawatan
a. Riwayat
• Riwayat menderita penyakit cacar
• Riwayat immunocompromised (HIV/AIDS, Leukimia)
• Riwayat terapi radiasi
b. Diet
c. Keluhan utama
• Nyeri
• Sensasi gatal
• Lesi kulit
• Kemerahan
• Fatige
d. Riwayat psikososial
• Kondisi psikologis pasien
• Kecemasan
• Respon pasien terhadap penyakit
e. Pemeriksaan fisik
• Tanda vital
• Tes diagnostik
3.2 Diagnosa keperawatan
1. Kerusakan integritas kulit b/d lesi dan respon peradangan
2. Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan infeksi virus
3. Gangguan rasa nyaman (pruritus) yang berhubungan dengan erupsi dermal
4. Gangguan integritas kulit yang berhubungan vesikel yang mudah pecah
5. Resiko terjadi gangguan konsep diri, yang berhubungan dengan penampilan dan respon orang lain
3.3 Intervensi keperawatan
1. Kerusakan integritas kulit b/d lesi dan respon peradangan ditandai dengan:
DO: - Erupsi berupa vesikel yang menggerombol
- Warna kulit kemerahan
DS: - Pasien merasa kulitnya panas
Tujuan : Pasien tidak mengalami kerusakan intergritas kulit yang lebih parah setelah dilakukan tindakan keperawatan 7 X 24 jam
Kriteria hasil :
• Erupsi berkurang
• Kulit tidak kemerahan dan terjadi iritasi yang lebih parah
• Lakukan mobilisasi semaksimal mungkin untuk menghindari periode penekanan yang terlalu lama.
•
Ajarkan pada pasien atau keluarga pasien supaya mengerti
tindakan-tindakan yang tepat untuk mencegah
penekenan,gesekan,pergeseran,
• Ajarkan pada pasien untuk waspada terhadap tanda-tanda awal kerusakan jaringan.
• Ganti posisi sekurana-kurangnya tiap 2 jam
• Usahakan kulit klien selalu bersih dan kering
Rasionalisasi :
•
Dengan dilakukan mobilisasi secara rutin (alih posisi) diharapkan kulit
pasien tidak terlalu lama tertekan sehingga vaskularisasi menjadi
lancar.
• Memberikan dorongan
pada pasien dan keluarga untuk secara aktif ikut serta dalam proses
penyembuhan dan asuhan keperawatan, sehingga dengan begitu tujuan dapat
segera tercapai.
• Dengan
meenjaga kulit yang senantiasa kering dan bersih hal ini akan dapat
mempercepat penyembuhan dimana keadaan kulit pasien terutama
luka/vesikel yang mudah pecah ( mencegah penularan dan penyebaran luka.
2. Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan infeksi virus, ditandai dengan :
DS : pusing, nyeri otot, tulang, pegal
DO: erupsi kulit berupa papul eritema, vseikel, pustula, krusta
Tujuan :
Rasa nyaman terpenuhi setelah tindakan keperawatan
Kriteria hasil :
Rasa nyeri berkurang/hilang
Klien bias istirahat dengan cukup
Ekspresi wajah tenang
Intervensi:
• Kaji kualitas & kuantitas nyeri
• Kaji respon klien terhadap nyeri
• Jelaskan tentang proses penyakitnya
• Ajarkan teknik distraksi dan relaksasi
• Hindari rangsangan nyeri
• Libatkan keluarga untuk menciptakan lingkungan yang teraupeutik
• Kolaborasi pemberian analgetik sesuai dengan intensitas nyeri
3. Gangguan rasa nyaman (pruritus) yang berhubungan dengan erupsi dermal yang ditandai dengan:
DO : Erupsi berupa vesikel yang menggerombol
DS : Pasien mengeluh gatal
Tujuan : Pasien tidak mengalami pruritus setelah dilakukan tindakan keperawatan
selama 5x24 jam.
Kriteria hasil : pasien tidak mengeluh gatal lagi
Intervensi:
• Anjurkan pasien untuk mandi air hangat dan sabun antiseptik ( hati-hati jangan sampai vesikel pecah )
• Beritahu pasien agar tidak menggaruk dan menepuk kulit.
• Anjurkan pasien untuk memakai bedak ( salisil 2% ) untuk mengurangi rasa gatal.
• Observasi kerusakan jaringan akibat pecahnya vesikel.
Rasionalisasi :
•
Anjurkan pasien untuk tidak menggaruk ( karena semakin digaruk akan
semakin terasa gatal ) yang akhirnya akan lengket karena vesikel yang
pecah.
4. Gangguan integritas kulit yang berhubungan vesikel yang mudah pecah, ditandai dengan :
DS : -
DO: kulit eritem vesikel, krusta pustula
Tujuan :
Integritas kulit tubuh kembali dalam waktu 7-10 hari
Kriteria hasil :
Tidak ada lesi baru
Lesi lama mengalami involusi
Intervensi:
• Kaji tingkat kerusakan kulit
• Jauhkan lesi dari manipulasi dan kontaminasi
• Kelola tx topical sesuai program
5. Resiko terjadi gangguan konsep diri, yang berhubungan dengan penampilan dan respon orang lain yang ditandai dengan:
DO :
• Erupsi berupa vesikel yang menggerombol
• Warna kulit kemerahan
• Pasien tampak menarik diri
• Pasin tampak gelisah
DS :
• Pasien mengeluh malu untuk bergaul
• Pasien selalu menanyakan tentang penyakitnya
Tujuan : Pasien tidak mengalami
gangguan konsep diri berhubungan dengan perubahan gambaran diri setelah
dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam.
Kriteria hasil :
• Pasien tidak malu mengenai penyakitnya
• Pasien mau bersosialisasi kembali
• Pasien tidak menarik diri
• Pasien tidak gelisah lagi
Tujuan :
•
Berikan dorongan/support mental kepada pasien dan yakinkan bahwa
penyakitnya dapat disembuhkan.Bina hubungan saling percaya antara
perawat dan klien.
• Dorong pasien untuk mengungkapkan perasaannya terutama cara dia memandang dirinya setelah sakitnya.
• Lindungi prifacy dan menjamin lingkungan yang kondusif.
• Jernihkan kesalahan persepsi individu tentang dirinya.
Rasionalisasi :
•
Dengan membina hubungan saling percaya dan selalu memberikan support
mental pada pasien diharapkan percaya diri pasien dapat kembali seperti
semula dan pasien dapat bersosialisasi dengan baik kagi.

kok gak ada dapusnya wqwq
BalasHapusDr ogden herbal medicine is a good remedy for herpes simplex virus cure. My name is Theophiles Kum ,I just want to share this article about Dr ogden who helped me, i want to inform the public how i was cured from (HERPES SIMPLEX VIRUS) by Dr ogden, i visited different hospital but they gave list of drugs like Familiar , Zovirax, and Valtrex which is very expensive to treat the symptoms and never cured me. I was browsing through the Internet searching for remedy on HERPES and i saw comment of people talking about how Dr ogden cured them, when i contacted him he gave me hope and send a Herbal medicine to me that i took and it seriously worked for me, am a free person now without any problem, my HERPES result came out negative, I pray to God to never let me and my family forget you in our life,i am now cured permanently.you can also get your self cured, if you really need this dr's help,you can reach him now email:(drogdentestimony@gmail.com) or via WhatsApp+2348117963221
BalasHapusThis is real,
He also has herbal cure for the Following DISEASES,shingles, eczema,urethra wart,chronic problems.Herpes, Cancer, Als,Hepatitis, Diabetes, HPV,Infections,ulcer ETC
For years, I have read and seen the advertisements in the mass media about all of the penis enhancement pills and thought that they were all scams or gimmicks. All of the medical sites that I have visited stated that none of the herbal supplements would ever help increase the size of a penis. I got very depressed when I read this, because unfortunately I was not naturally blessed with a penis that was big enough to arouse my sexual partner or past partners. I am a man that is past my sexual primetime and my sexual performance has a lot to be desired. I decided to try Doctoc Akhigbe herbal medicine after all the reading and researching that I have done.I saw a testimony " Joe" about doctror Akhigbe Herbal Medicine Since there is a Money Back Guarantee, I give him a trial what did I have to lose? I couldn't believe the results I was seeing after drinking the Natural Herbal Medicine and Herbal Soap to be rubign my penis! he sent to me through DHL courier delivery service . Within about 2 weeks I had a noticeable increase in the girth of my penis. Then after a coupleof aditional week it started to grow in length and I was amazed and very excited.before I finish the drink and the soap my penis had grown an additional two inches. I've had a considerable improvement with my sex life and these pills are certainly worth every penny I spent on them! I want to thank Dr Akhigbe for the time and effort they have spent on helping people in my situation.I know many are out there who are suffering this problem and they need help, email him. drrealakhigbe@gmail.com. He also cure other diseases like: . HIV/ AIDS. JOINT PAIN, BREAST ENLARGEMENT. DIABETIES. HERPES. AUTISM . NO PRIOD. CHRONIC DISEASES. LUPUS . MALE AND FEMALE FERTILITY. WAST & BACK PAIN. CANCER . DISCHARGE FROM BREAST PAIN, BREAST INFECTION. PARKINSON DISEASES. WOMEN SEXUAL PROBLEM. VAGINAL INFECTION. IRREGULAR MENSTRATION , PAIN & ITCHING, TOXOPLASMOSIS, . LOWER ABDOMINAL PAIN PAIN DURING SEX INSIDE THE PELVIC . PREMATURE EJACULATION. PAIN DURING URINATION. PELVIC INFLAMATORY DISEASES , VAGINAL DISCHARGE. (PID). PULMONARY FIBROSIS, DRIPPING OF SPERM FROM THE VAGINAL AS WELL AS FOR LOW SPERM COUNT. DENGUE, TUBERCULOSIS. CIRRHOSIS . ITCHING OF THE PRIVATE PART. ZERO SPERM COUNT. ASTHMA. . , EJACULATION. WEAK ERECTION. ERYSIPELAS, DISCHARGE FROM PENIS . HPV. QUICK EJACULATION. HEPATITIS A & B. STD. STAPHYLOCOCCUS + GONORRHEA + SYPHILIS. HEART DISEASE. PILE-HEMORRHOID. HIGH BLOOD PRESSURE. RHIUMATISM, THYROID, PENIS ENLARGEMENT . For your cure email him now: drrealakhigbe@gmail.com or Contact his numbe: +2349010754824.
BalasHapus
BalasHapusI’m here to testify about what Dr Okosun did for me. I have been suffering from (GENITAL HERPES VIRUS) disease for the past 4 years and had constant pain and inching, especially in my private part. During the first year, I had faith in God that i would be cured someday.This disease started circulating all over my body and I have been taking treatment from my doctor, few weeks ago I came across a testimony of Rose Smith on the internet testifying about a Man called Dr Okosun on how he cured her from 7 years HSV 2. And she also gave the email address of this man, advise anybody to contact him for help on any kind of diseases that he would be of help, so I emailed him telling him about my (HSV 2) he told me not to worry that I was going to be cured!! Well, I never doubted him I have faith he can cure me too,, Dr Okosun prepared and sent me Healing Oil, Soap, roots and herbs which I took. In the first one week, I started experiencing changes all over me, after four weeks of using his Roots/ Herbs, Oil and Soap, I was totally cured. no more inching , pain on me anymore as Dr Okosun assured me. After some time I went to my doctor to do another test behold the result came out negative. So friends my advise is if you have such disease or know anyone who suffers from it or any other disease like HPV, HBV, HIV, ALS, HBP, CANCER etc. you can contact Dr.Okosun for help via drokosun55@gmail or whatsapp +2348124363791
what a greatest surprise to me that i was cured from Herpes virus by a powerful herbal doctor, it was just like a dream to me i taught that there was no cure for Herpes because for about 4 years i spent so much of my money in hospital but no improvement i was confuse in life until a friend of mine introduce me to this herbal doctor i contacted him on email: dr.clem55@gmail.com or WhatsApp/Call him at +2349068331914 if their can be any help and he promise to help me, he prepared a herbal medicine for me i followed his instruction after 18 days i went to hospital for test but i was cured it was a greatest surprise to me so i decide to share this testimony. a very big thanks to this herbal doctor who save my life, please if you have this kind of sickness or any disease do not give up you can contact him whatsapp him on +2349068331914
BalasHapusHe cure herpes virus,HIV/AIDS cancer heart problem etc.
Hi it's laa! 9 months ago my doctor told me I was diagnosed with HSV2. I was heart broken, However that same month i found a Dr. who helped me to cured the virus with natural herbal treatment permanently. thanks to Dr. omohan for his natural herbal treatment that eliminated this virus out in my body forever. his contact information for any incurable virus via; dromohanherbalmedicine@gmail.com or whatsapp him or call him through his phone number +2348164816038.
BalasHapusHi it's laa! 9 months ago my doctor told me I was diagnosed with HSV2. I was heart broken, However that same month i found a Dr. who helped me to cured the virus with natural herbal treatment permanently. thanks to Dr. omohan for his natural herbal treatment that eliminated this virus out in my body forever. his contact information for any incurable virus via; dromohanherbalmedicine@gmail.com or whatsapp him or call him through his phone number +2348164816038.
BalasHapusHi it's laa! 9 months ago my doctor told me I was diagnosed with HSV2. I was heart broken, However that same month i found a Dr. who helped me to cured the virus with natural herbal treatment permanently. thanks to Dr. omohan for his natural herbal treatment that eliminated this virus out in my body forever. his contact information for any incurable virus via; dromohanherbalmedicine@gmail.com or whatsapp him or call him through his phone number +2348164816038.
BalasHapusI was suffering HEPATITIS B for over 3 years, i was hopeless until one of my friend directed me to a herbal man Dr Chike on youtube, she said the Dr has herbal medicine/cure that cures HEPATITIS B also said the Dr has helped people with HIV/HERPES, CANCER, DIABETES, SHINGLES , HSV Chlamydia , Fever, Rashes , LIVER disease, FIBROIDS and STAPHYLOCOCCUS AUREUS, i never believed her but after a lot of talk, i decided to contact him, just few days ago i contacted him and he told me what to do which i did and he sent to me a herbal medicine via {DHL} with prescriptions on how i will take it for a period of days. After i finished taking the medicine for 2 weeks he told me to go for a test which i also did and when the result came out i was surprised to see that i am negative. I am proud to tell you that I am the happiest person on earth. Big thanks to Dr Chike herbs/cure.. I pray you find a solution in him. For more information on how to get cured contact him on text via: +1 (719) 629 0982 or Facebook page @ Dr Chike Herbal Remedy.
BalasHapus